Mengapa Order Gocar Sepi? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya!

Anda seorang pengemudi GoCar? Apakah Anda merasa bahwa belakangan order GoCar sepi? Ternyata Anda tidak sendiri. Ada banyak pengemudi online lain di luar sana yang mengeluhkan hal yang sama. Yang menjadi pertanyaan adalah, apa penyebab order GoCar semakin sepi? Bagaimana dengan masa depan para pengemudi yang terlanjur meninggalkan pekerjaannya demi menjadi sopir online?

Pertanyaan tersebut dirasa wajar jika dilontarkan oleh para driver GoCar. Dengan semakin menurunnya jumlah penumpang, hal ini tentu saja berimbas pada jumlah pendapatan. Semakin sedikit penumpang, semakin sedikit pula uang yang dihasilkan. Pengemudi yang dahulunya bisa meraup hingga Rp 5 juta perbulan, kini hanya mampu mendapat Rp 2 hingga 3 juta saja. Apakah penyebabnya?

Penyebab Order GoCar Sepi

Berbicara mengenai order GoCar yang semakin menurun, hal ini tidak terlepas dari ketatnya persaingan. Masyarakat disuguhi beberapa pilihan aplikasi ojek online seperti Gojek, Grab, dan Uber yang masing-masing menawarkan berbagai kelebihan. Dengan pilihan aplikasi tersebut, mau tidak mau masyarakat akan membandingkan setiap aplikasi dan memilih yang dirasa terbaik atau paling murah.

Order GoCar Sepi

Jika ketatnya persaingan antar aplikasi menjadi faktor eksternal, maka Anda juga harus menerima kenyataan bahwa faktor internal juga turut menyumbang sepinya order GoCar. Belakangan ini, semakin banyak orang yang mendaftarkan diri untuk menjadi pengemudi online. Secara tidak langsung hal tersebut juga berimbas pada jumlah penumpang yang bisa Anda dapatkan setiap harinya.

Baca juga:

Dua hal tersebut hanyalah sedikit dari banyaknya faktor yang menyebabkan menurunnya order GoCar. Berikut ini adalah alasan yang berpotensi menyebabkan order GoCar semakin sepi:

1. Tarif Tinggi

Aplikasi ojek online menawarkan harga yang terjangkau untuk para pelanggan. Jika dibandingkan dengan ojek pangkalan atau taksi, GoJek dan GoCar menawarkan tarif yang lebih rendah. Sayangnya, Gojek masih terbilang mempunyai tarif yang paling tinggi jika dibandingkan dengan dua pesaingnya, yaitu Uber dan Grab.

Anda bisa melakukan uji coba dengan mengecek biaya perjalanan. Untuk perjalanan sejauh 900 meter, Uber dan GoCar mengenakan tarif Rp 10 ribu. Sementara itu, Grab hanya mengenakan tarif Rp 9ribu saja. Dengan perbandingan tersebut, otomatis masyarakat memilih aplikasi yang menawarkan harga lebih murah meskipun selisihnya hanya sedikit.

Dengan semakin ketatnya persaingan, bukan tidak mungkin driver GoCar semakin kesulitan untuk mendapatkan penumpang. Tipikal masyarakat Indonesia yang gemar memilih sesuatu yang murah—meskipun selisihnya sedikit—perlu dipertimbangkan.

2. Jumlah Driver

Sebelumnya telah disinggung bahwa jumlah driver juga menjadi faktor penyebab menurunnya jumlah penumpang. Dengan meningkatnya jumlah pengemudi, semakin sedikit pula jumlah order yang bisa Anda dapatkan setiap harinya. Meskipun demikian, tidak bijak jika Anda menyalahkan orang-orang yang baru mendaftarkan diri menjadi driver karena mereka mempunyai hak dan kesempatan yang sama.

3. Jarang Promo

Salah satu daya tarik aplikasi ojek online adalah penawaran promo. Dua pesaing GoCar kerap mengadakan promo berupa potongan harga kepada para pelanggan. Hal ini tentu saja menggiurkan, teutama bagi pelanggan yang ingin berhemat. Alhasil, aplikasi online tersebut kebanjiran penumpang.

Bagaimana dengan GoCar? Aplikasi online yang satu ini tergolong jarang sekali dalam memberikan promo atau diskon kepada pelanggan. Karena faktor pelit inilah kebanyakan pelanggan enggan untuk membayar biaya transportasi dengan harga normal sementara mereka bisa mendapatkan potongan harga yang menggiurkan di aplikasi lainnya.

Tips Agar Order GoCar Lancar Saat Gojek Mulai Sepi

Terlepas dari kenyataan bahwa GoCar dan GoJek mulai sepi dan order semakin menurun akibat beberapa faktor di atas, ada tips bermanfaat yang patut Anda coba. Daripada terus menerus menggerutu karena sepinya order, ada baiknya jika Anda mengetahui tips agar order GoCar semakin lancar:

1. Periksa Jaringan Internet

Bekerja sebagai pengemudi online membuat Anda tergantung pada jaringan internet. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mendapatkan koneksi internet yang kuat dan bagus agar bisa cepat menerima bid dari pelanggan. Jangan salahkan order GoCar yang sepi jika Anda hanya mengandalkan jaringan internet yang pas-pasan bahkan cenderung lemot. Bisa dijamin rekan Anda akan mendahului untuk bid order.

2. Gunakan Autobid

Jika Anda tidak ingin pilih-pilih tujuan atau pesanan, ada baiknya untuk mengaktifkan fitur autobid. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menerima order dari pelanggan meskipun Anda sedang tidak standby dengan smartphone. Dengan fitur autobid, Anda akan menerima orderan dari pelanggan yang dekat dengan area Anda. Autobid sangat bermanfaat untuk memaksimalkan pendapatan Anda.

3. Pilih Lokasi

Memilih lokasi adalah faktor penting yang perlu Anda perhatikan ketika menjadi pengemudi GoCar. Pastikan tempat tersebut mempunyai potensi pelanggan yang tinggi seperti stasiun, pasar, kompleks perkantoran, atau sekolah. Dengan berada di lokasi tersebut, besar kemungkinan Anda akan mendapatkan order. Pastikan juga Anda memilih waktu yang tepat, seperti jam pulang kantor atau jam pulang sekolah.

4. Atur GPS

Pastikan GPS Anda mempunyai akurasi yang tinggi. GPS membantu Anda untuk terdeteksi oleh pelanggan karena aplikasi ojek online biasanya mengandalkan lokasi keberadaan. GPS yang tidak akurat berpotensi membuat Anda tidak maksimal dalam mendapatkan pelanggan karena koordinat yang tidak tepat.

Singkatnya, setiap pekerjaan pasti mempunyai resiko tersendiri. Resiko menjadi pengemudi online adalah fluktuasi jumlah pelanggan serta berbagai resiko selama berada di atas jalan raya. Dengan mengetahui faktor penyebab order GoCar yang mulai sepi, Anda bisa mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah tersebut. Anda juga bisa mengaplikasikan tips untuk membuat order GoCar menjadi lancar.

Mengapa Order Gocar Sepi? Ini Alasan dan Cara Mengatasinya! | Kerja Mudah | 4.5