6 Penyebab Penghasilan GrabBike Menurun, Hindari No 5!

Menjadi seorang driver GrabBike masih menjadi salah satu primadona para pencari kerja karena dirasa paling mudah untuk menghasilkan rupiah. Namun, di zaman sekarang banyak driver yang mengeluhkan penghasilan GrabBike menurun. Penghasilan GrabBike menurun bisa karena disebabkan berbagai hal. Berikut kita ulas penyebab penghasilan GrabBike menurun secara lebih lengkap.

Penghasilan GrabBike Menurun

6 Penyebab Penghasilan Grabbike Menurun yang Harus Dimengerti

1. Banyaknya Driver GrabBike Baru

Menjadi driver GrabBike tak hanya menjadi pekerjaan sampingan saja. Beberapa orang menjadikan profesi ini sebagai profesi utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sudah banyak orang mendaftarkan diri sebagai driver GrabBike yang hanya memerlukan kemampuan mengemudikan sepeda motor saja. Selain itu untuk menjadi driver GrabBike tidak memerlukan ijazah, sehingga banyak orang yang tertarik menjadi mitra GrabBike.

Adanya driver GrabBike baru inilah menyebabkan terjadinya persaingan untuk mendapatkan konsumen GrabBike. Meskipun jumlah konsumen GrabBike juga mengalami peningkatan tetapi tidak sebanding dengan peningkatkan driver GrabBike yang menjadikan profesi ini menjadi profesi utama. Sehingga, jumlah konsumen yang ada harus dibagi dengan jumlah driver GrabBike yang bekerja di hari tersebut.

Baca juga:

Misal, jika jumlah driver GrabBike di suatu daerah berjumlah 10 orang dan jumlah konsumen dalam sehari sejumlah 50 orang. Maka tiap driver bisa mendapat orderan rata-rata berjumlah 5 orang. Tetapi jika driver GrabBike meningkat dan konsumen tetap. Maka, orderan yang masuk akan menurun, sehingga penghasilan driver GrabBike menurun.

2. Persaingan dengan Layanan Ojek Online Lain

Selain GrabBike ada juga aplikasi ojek online lain, seperti Gojek atupun Uber. Adanya layanan ojek online yang semakin beragam menyebabkan konsumen lebih banyak pilihan untuk menuju tempat tujuan. Biasanya konsumen lebih memilih ojek online dengan tarif yang lebih murah. Dengan adanya persaingan antar layanan ojek online menyebabkan adanya penurunan penghasilan driver GrabBike.

3. Skema Insentif Berubah

Adanya insentif yang jumlahnya menggiurkan menjadi salah satu andalan penghasilan driver GrabBike. Insentif bisa diberikan jika seorang driver GrabBike memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Jika dahulunya insentif diberikan jika driver GrabBike memenuhi jumlah orderan tertentu bisa mendapatkan insentif senilai jutaan rupiah selama seminggu, kini aturan pembagian insentif mengalami perubahan.

Adanya perubahan pembagian insentif inilah yang menyebabkan penghasilan GrabBike menurun. Perubahan skema intensif membuat para driver GrabBike harus berjuang lebih keras lagi dalam mendapatkan bonus insentif.

Dahulu skema insentif dihitung dari jumlah orderan untuk mendapatkan bonus. Hal ini menyebabkan driver yang melayani jarak tempuh pendek mengalami banyak keuntungan. Tetapi skema insentif sekarang lebih ditekankan pada jarak tempuh ataupun total argo yang dihasilkan dalam satu hari.

Dengan adanya skema insentif yang baru inilah yang menjadi tantangan bagi para driver GrabBike untuk mendapat konsumen tanpa mempertimbangkan jarak tempuh. Hal inilah yang menyebabkan beberapa driver GrabBike mengalami penurunan penghasilan.

4. Mengabaikan Orderan yang Masuk

Beberapa driver GrabBike lebih sering mengabaikan orderan yang masuk dalam aplikasi. Padahal orderan yang masuk merupakan sumber penghasilan bagi para driver. Beberapa faktor menjadi alasan driver untuk menolak orderan yang masuk.

Adanya orderan jarak pendek menjadi sebab utama pengabaian orderan. Beberapa driver beranggapan bahwa orderan jarak pendek merugikan para driver karena insentif yang didapatkan tidak besar. Sebaliknya, para driver pemula juga cenderung mengabaikan orderan jarak jauh karena adanya ketakutan tersesat dalam menemukan tempat tujuan.

Selain itu, adapula driver yang mengabaikan orderan hanya karena promo yang diambil oleh konsumen. Beberapa promo banyak tersedia di aplikasi yang menguntungkan konsumen karena akan menghemat biaya transportasi. Tetapi bagi para driver justru promo yang diambil konsumen merugikan driver. Adanya pembayaran non tunai atau GrabPay dan potongan argo lain juga menjadi faktor driver mengabaikan orderan yang masuk.

Mengabaikan orderan yang masuk boleh-boleh saja. Hanya saja jika mengabaikan orderan secara terus-menerus tentu akan mempengaruhi penghasilan yang masuk. Hal ini juga akan mempengaruhi peringkat penerimaan driver pada setiap orderan yang masuk. Pengabaian orderan yang masuk juga akan mempengaruhi kecepatan orderan. Jika terlalu sering mengabaikan orderan, maka orderan selanjutnya akan lebih lama.

Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh para driver GrabBike adalah jumlah penerimaan tiga orderan pertama. Jika tiga orderan pertama diterima, maka orderan selanjutnya akan berjalan lebih lancar dan cepat.

5. Salah Mangkal

Dalam aplikasi sudah tersedia fitur navigasi yang menyebutkan adanya spot-spot strategis untuk para driver. Adanya fitur ini memudahkan driver menemukan lokasi potensial tempat mangkal untuk mendapat konsumen sebanyak-banyaknya.

Fitur ini akan memperlihatkan adanya tiga zona berdasarkan jumlah permintaan konsumen, yaitu zona merah, kuning, dan hijau. Zona merah menandakan adanya permintaan yang sangat tinggi dari para konsumen. Zona kuning menandakan permintaan yang tinggi, sedangkan zona hijau menandakan permintaan yang sedang.

Adanya fitur ini harus dimanfaatkan oleh para driver untuk menambah penghasilan. Sehingga bagi  driver GrabBike tidak perlu lagi menebak-nebak lokasi mangkal untuk mendapatkan konsumen. Dengan fitur dalam aplikasi akan membantu Anda mendapatkan orderan masuk yang lebih banyak.

6. Sering Membatalkan Orderan yang Masuk

Selain mengabaikan orderan yang masuk, membatalkan orderan yang masuk juga menjadi salah satu kontribusi yang menyebabkan penghasilan driver GrabBike menurun. Terlebih jika seorang driver membatalkan orderan secara sepihak yang akan menyebabkan tidak adahya penghasilan dari orderan yang masuk.

Selain itu, dengan membatalkan orderan yang masuk juga akan berpengaruh pada rating yang diterima seorang driver. Adanya rating yang tinggi akan memberikan kepercayaan konsumen pada driver. Jika rating turun, maka akan mempengaruhi kepercayaan konsemen yang menyebabkan turunnya penghasilan driver.

Selain itu, rating juga akan mempengaruhi jumlah bonus yang diterima driver. Semakin tinggi rating, jumlah bonus yang diterima akan berbanding lurus dan jumlah orderan yang masuk akan semakin banyak. Jika rating driver turun, maka diperlukan usaha lebih untuk memperbaiki rating driver agar penghasilan GrabBike tetap stabil.

Beragam faktor penghasilan GrabBike menurun di atas bisa menjadi acuan Anda untuk mendapatkan penghasilan lebih dari layanan GrabBike. Dengan mempelajari berbagai faktor penyebab pendapatan GrabBike menurun akan mengantisipasi Anda agar lebih giat bekerja dan mendapatkan penghasilan yang stabil setiap bulannya.

6 Penyebab Penghasilan GrabBike Menurun, Hindari No 5! | Kerja Mudah | 4.5